Minggu, 18 Januari 2015

BATUAN LUKULO KEBUMEN

sungai lukulo

batuan karang sambung kebumen

tebing batuan karangsambung kebumen

PETA KEBUMEN


Daerah Lukula juga dikenal dengan sebutan Lukulo, Luk Ula dan Luk Ulo, adalah nama sungai di Kabupaten Kebumen yang berhulu di Karangsambung-Sadang menuju ke Selatan hingga bermuara di samudra Hindia. Lekuk/kelokan Alur sungai Lukula yang berkelok seperti halnya lekuk ular dalam bahasa jawa disebut Luk Ula (Jawa: Luk=lekuk,kelokan; Ula=Ular)


Kali Luk Ulo atau Luk Ula adalah sungai yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang bermuara ke Samudera Hindia. Sungai Luk Ulo mengalir dari utara ke selatan dan melintasi tiga kabupaten yaitu Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo sepanjang kurang lebih 68,5 Km. Sungai Luk Ulo berhulu di Pegunungan Sarayu Selatan dan memiliki hilir di Samudera Hindia dengan nama Muara Tanggulangin. Memiliki banyak anak sungai, total Sungai Luk Ulo sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Kebumen
Sungai Luk Ulo memiliki nilai geologi tinggi. Sungai Luk Ulo termasuk sungai antecedent, yaitu jenis sungai yang memotong struktur geologi utama daerah yang dilaluinya, dan termasuk stadium dewasa. Tingkat kedewasaan sungai ini terlihat dari pola meander serta endapan undak sungai yang terbentuk pada posisi jauh dari sungai utama. Daerah Aliran Sungai (DAS) Luk Ulo hulu dengan luas sekitar 43.197 ha, merupakan suatu wilayah ekosistem yang dibatasi oleh topografi punggungan pemisah air (water devide) dan berfungsi sebagai pengumpul, penyimpan, dan penyalur air, sedimen, dan unsur hara dalam sistem sungai yang keluar pada outlet tunggal bukanlah berasal dari sistem gunung api aktif semacam Gunung Merapi tetapi dari rangkaian pegunungan berumur sangat tua dan bernilai ilmiah tinggi.
Pasir, kerikil, dan bongkah batu Luk Ulo bukanlah dari muntahan lahar/lava gunung api yang selalu diperbaharui tetapi berasal dari tingginya pelapukan dan erosi berbagai macam batuan yang ada di bagian hulu, oleh karena itu, komposisi pasir Luk Ulo sangat bervariasi. Sekitar 79.26 % lahan mempunyai kemiringan 30 - 70 %, dan sebagian besar digunakan untuk hutan pinus dan tegalan, kedalaman profil tanah 0 - 30 cm dengan tingkat erosi sedang - berat